Home Articles Pengorbanan Merupakan Investasi Dalam sukses

Pengorbanan Merupakan Investasi Dalam sukses

E-mail Print PDF

Motivator Indonesia | Training Motivasi | Sukailah membuat pengorbanan, itu merupakan investasi dalam sukses. A.P. Gouthey pernah menulis, "Mendapat keuntungan tanpa risiko, pengalaman tanpa bahaya, dan imbalan tanpa kerja sama mustahilnya dengan hidup tanpa dilahirkan." Dalam pernyataan yang sangat cemerlang tersebut, kita menemukan salah satu keharusan mutlak agar bisa hidup secara sukses. Singkatnya, tidak ada sukses tanpa pengorbanan. Tetapi apakah pengorbanan itu buruk? seperti banyak kata dalam bahasa kita, kata "Pengorbanan" disalahtafsirkan, bagi kebanyakan orang, pengorbanan berarti melepaskan waktu atau uang, atau menahankan kesulitan, atau melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Nah, memang benar bahwa pengorbanan mengandung arti hal-hal tersebut. Tetapi itu hanya separuh definisi. Bagian lain dari definisi itu, yang hampir selalu luput dari perhatian adalah memperoleh sesuatu yang bahkan lebih berharga.

Jadi, pemberian lengkap dari pengorbanan adalah melepaskan sesuatu yang berharga, uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan sesuatu yang bahkan lebih berharga, uang yang lebih banyak, standar kehidupan yang lebih tinggi, pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak, atau pertimbangan lainnya yang lebih berharga. Atau, secara sederhana saja, pengorbanan berarti melepaskan sedikit sekarang untuk menerima lebih banyak kemudian. Maka pengorbanan berarti investasi. Kita melepaskan sesuatu hari ini supaya kita bisa memiliki sesuatu yang lebih banyak besok pagi.

Siapa saja yang ingin mencapai sukses maksimum harus bersedia berkorban atau menaruh investasi sekarang untuk memetik imbalan kelak di kemudian hari. Untuk memperkuat pokok persoalan ini, pikirkanlah berikut ini:

- Mayoritas orang yang mempunyai usia 65 tahun hanya punya sedikit tabungan, investasi, atau barang berharga lainnya. Ini setelah melewatkan waktu 45 tahun sebagai orang dewasa dalam masyarakat paling kaya yang pernah dikenal. Seandainya orang-orang yang miskin atau hampir miskin ini menginvestasikan sepuluh persen saja dari apa yang mereka terima dalam salah satu dari seratus investasi yang "pasti," mereka akan lebih makmur keuangannya, dan sistem jaminan kesejahteraan sosial bisa dihapuskan sama sekali.

- Banyak orang muda yang merasa bahwa mereka hanya bisa bekerja 35 sampai 40 jam seminggu. kalau di minta bekerja lebih dari itu maka mereka menganggapnya sebagai pengorbanan "besar," dan banyak orang yang berusaha mencari pekerjaan lain.

- Berjuta-juta orang yang menjalankan tugas yang dengan cepat diambil alih oleh robot dan komputer yang berpikir bahwa merupakan pengorbanan besar mempelajari keahlian baru yang semakin banyak dibutuhkan.

Nah, pada sisi yang positif, ada beberapa orang dari segala usia yang perlu dipuji karena kesediaannya untuk melakukan pengorbanan.

by Dr.David J.S

 

Salam Hebat

Ongky Hojanto
Founder Motivator ACademy &
Public Speaking Academy

Inspirator Sukses no 1 Indonesia (versi majalah info bisnis Internasional)

Yuk, ngobrol bersama saya? FOLLOW saya di twitter: @ongkyhojanto. Atau, LIKE saya di facebook

Dan  Jika anda ingin  menjadi Motivator dan Belajar Public Speaking silahkan hub ms Elie 08113440909 or ms Tya 08113490909

Last Updated on Thursday, 08 December 2016 03:17