Home Articles
Ongky Hojanto - Blog

3 Cara Negosiasi yang Baik | Public Speaking

E-mail Print PDF

Motivator Indonesia | Training Motivasi | Inilah fakta yang menyedihkan, tetapi banyak negosiasi gagal sepanjang waktu. Negosiasi merupakan sesuatu yang rumit, kompleks, dan bisa begitu saja menghancurkan upaya-upaya yang sudah dilakukan, kadang-kadang malah tidak bisa diperbaiki. Sering kali, ketika satu negosiasi mengalami kebuntuan, kita tidak sulit untuk mengembalikan ke jalurnya. Kadang-kadang ini memerlukan hal-hal sederhana seperti kedua belah pihak membutuhkan proses pendinginan selama beberapa jam, hari, atau minggu untuk mendinginkan kondisi dan mendapatkan sudut pandang yang lebih rasional mengenai diskusi yang mereka lakukan. Namun, jika menghindari berbagai kesalahan yang dibawah ini, anda akan meminimalisir kemungkinan negosiasi mengalami kebuntuan.

Berikut 3 cara negosiasi yang baik:

1. Jangan Bohong

Berbohong merupakan tindakan yang kontraproduktif. Kebohongan menghancurkan hubungan dengan klien bisnis, memerangkap anda dalam rangkaian kebohongan yang tak berkesudahan, dan cepat atau lambat kebohongan itu akan mengenai diri anda. Anda memang dibolehkan untuk membuat pernyataan yang dilebih-lebihkan. Misalnya, anda mungkin merasa bijaksana dengan menyatakan bahwa sesuatu bisa menjadi konsesi yang lebih besar dari kenyataannya atau bahwa harga satu barang memang benar-benar murah ketika kenyataannya, menurut sudut pandang anda, harganya sangat pantas. Namun, terus terang berbohong akan membawa kesulitan bagi anda.

Last Updated on Saturday, 08 April 2017 04:31 Read more...
 

Workshop Exclusive Public Speaking Mastery

E-mail Print PDF

Public Speaking | Motivator Indonesia | Tanggal 4-5 April 2017, Pakar Public Speaking bapak Ongky Hojanto kembali mengisi kelas Public Speaking dalam In House Training Success Enterprise milik bapak Syafii Effendi yang merupakan salah satu alumni dari program public speaking beliau.

Seminar ini di mulai jam 09.00-21.00 WIB selama 2 hari, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari berbagai daerah. Dalam sesi kali ini pakar Public Speaking Ongky Hojanto membahas ada beberapa point penting di dalam public speaking. Diantaranya ada 3S yang harus di kuasai :

Last Updated on Tuesday, 04 April 2017 05:04 Read more...
 

4 Cara Memberikan Ilustrasi Singkat | Public Speaking

E-mail Print PDF

Motivator Indonesia | Training Motivasi | Sebagai seorang pembicara teknik memberikan ilustrasi atau contoh sangat diperlukan, agar suasana tidak membosankan sehingga menarik. Ini merupakan bagian dari pembicaraan anda yang memakan sebagian besar dari waktu anda yang singkat. Pada bagian ini anda menerangkan sebuah pengalaman yang memberikan suatu pelajaran bagi anda. Para psikolog berkata bahwa kita belajar dari dua cara: satu, dengan cara latihan, di mana serangkaian kejadian yang serupa mampu mengubah pola tingkah laku kita dan dua dengan jalan akibat, di mana satu kejadian saja yang mungkin begitu mengejutkan hingga mampu mengubah sikap dan perbuatan kita. Kita semua pernah mengalami pengalaman-pengalaman istimewa seperti ini. Kita tidak perlu mencarinya dengan susah payah karena tersimpan diatas permukaan ingatan kita. Dengan jalan membangun kembali dengan jelas kejadian ini kita bisa menjadikannya sebagai dasar untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain. Berikut adalah 4 cara memberikan contoh, sebuah kejadian dalam hidup anda:

1. Buatlah contoh itu hanya berdasarkan satu pengalaman pribadi saja

Bentuk contoh yang berdasarkan kejadian pribadi yang tak tersangka akan kuat sekali pengaruhnya jika hanya berdasarkan satu kejadian saja, tidak lebih. Kejadian ini dahulu anda alami hanya dalam beberapa detik saja, tapi telah mampu memberikan suatu pelajaran yang tak terlupakan bagi anda. Sebuah pengalaman pribadi saja yang memberikan suatu pelajaran yang tidak mungkin anda lupakan merupakan syarat pertama untuk suatu pembicaraan di depan umum yang menarik dan memiliki tujuan untuk menggerakkan hati para pendengar anda.

Last Updated on Saturday, 01 April 2017 06:10 Read more...
 

3 Cara Menghidupkan Pembicaraan | Public Speaking

E-mail Print PDF

Motivator Indonesia | Training Motivasi | Berbicara dan berdiri di depan banyak orang saat presentasi bukan suatu hal yang mudah, ditambah dengan masalah anda tidak mampu menarik fokus para pendengar anda. hal ini merupakan kendala bagi sebagian besar pembicara. Bagaimana caranya anda untuk menarik perhatian para pendengar anda? berikut tiga cara untuk membantu agar pembicaraan anda penuh semangat dan kegembiraan.

1. Pilihlah Pokok Pembicaraan yang Benar-benar Anda Sukai.

Jika anda tidak terlibat secara emosi dalam pokok pembicaraan yang anda pilih, maka jangan harap para pendengar anda akan mempercayai ucapan anda. Yang jelas, jika anda memilih sebuah topik yang menarik perhatian anda serta anda yakini sepenuhnya karena lama terlibat pengalaman dengan topik pembicaraan itu, maka anda tidak akan mengalami kesulitan untuk menarik minat pendengar. Topik seperti ini bisa berkisar di antara hobby, rekreasi atau misalnya masalah sosial di sekitar anda. Kekuatan menarik minat yang timbul karena kejujuran dan ketulusan yang tinggi yang meliputi akal sehat. Pelajarilah lebih banyak lagi dan lebih mandalam lagi tentang suatu hal yang menurut penilaian anda merupakan topik yang cukup baik. Semakin banyak yang anda ketahui tentang suatu hal, semakin tulus, dan meyakinkanlah anda.

2. Hidupkan Kembali Perasaan Yang Anda Miliki Mengenai Topik Pembicaraan Anda.

Seandainya anda menceritakan pada para pendengar tentang seorang polisi yang menyetop anda karena melarikan mobil satu mil lebih cepat dari batas yang ditentukan. Anda bisa menceritakannya tanpa mendapat perhatian dari para pendengar. Tapi anda mengalami peristiwa itu sendiri dan anda mempunyai perasaan tertentu yang bisa anda ekspresikan dalam bahasa yang cukup tegas. Orang ketiga tidak akan banyak menarik perhatian pendengar anda. Mereka ingin tahu dengan tepat bagaimana perasaan anda ketika polisi itu mencatat nama anda. Maka, semakin anda menghidupkan kejadian itu atau semakin anda membangkitkan kembali emosi anda seperti ketika anda sedang mengalami kejadian yang sebenarnya, maka akan semakin jelaslah anda mengekspresikan diri sendiri.

Last Updated on Wednesday, 29 March 2017 10:11 Read more...
 


Page 3 of 45